Kamir R. Brata's Blog


Biopori dalam Majalah Nirmala Agustus2010
Friday August 06th 2010, 12:58 pm
Filed under: Uncategorized



Perintis Lubang Biopori di Palmerah
Saturday July 31st 2010, 11:15 am
Filed under: Uncategorized

SAHARDI PRIYADI SANG PERINTIS LUBANG BIOPORI

Jalan hidup Sahardi Priyadi, 63 tahun, menikung cukup tajam dalam 10 tahun terakhir. Pria yang lebih akrab disapa Sastro ini semula berkecimpung dalam produksi film dan sinetron. Ia, antara lain, terlibat dalam pembuatan film seperti Arini, masih ada Kereta yang Akan Lewat (1987) dan Noktah Merah Perkawinan (1996).

Kini warga RT 01 RW 05, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, itu boleh dibilang seorang pelopor dalam mebangun lingkungan yang sehat di sekitar tempat tinggalnya. Kisahnya dimulai tiga tahun lalu. Saat itu Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mensosialisasi soal pembuatan lubang biopori. Dia tertarik dan mengajukan diri menjadi orang pertama di lingkungan untuk membuat lubang-lubang di atas aspal.

Membuat lubang untuk resapan air itu bukan pekerjaan enteng. Maklum, kondisi gang setapak di lingkungannya telah diaspal berkali-kali. Ketebalan aspal mencapai 30 sentimeter. Tapi tekat Sastro bulat. Ia prihatin jumlah air tanah di lingkungan tempat tinggalnya menipis. Pompa air sejumlah warga sering tak lagi berhasil menyedot air. Maka dia meminta Dinas Pekerjaan Umum mengirim alat untuk membuat lubang-lubang itu. (…… selengkapnya)



Rumah Sakit Hasan Sadikin targetkan 1000 LRB
Tuesday July 20th 2010, 9:57 am
Filed under: Uncategorized

Biopori Upaya me-reduce limbah RSHS

Tak banyak yang ngeuh betapa banyaknya sampah yang dihasilkan RSHS sehingga memerlukan pengolahan yang smart. Dari limbah bekas makanan pasien saja, RSHS menghasilkan 400-500 kg/hari. Belum lagi ditambah limbah anorganik dan limbah medisnya. Menyiasati hal itu, agar tidak menjadi penyumbang global warming, Instalasi Kesling RSHS berupaya mengurangi atau me-reduce sampah dengan beberapa hal, salah satunya dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB).
LRB adalah lubang silindris yang dibuat dari permukaan tanah dengan diameter sekitar 10-30 cm dan kedalaman sekitar 1 m. Hingga kini RSHS telah memiliki 300 LRB dengan target 1.000 LRB diakhir 2010. LRB berfungsi me-reduce sampah dengan cara memasukkan daun-daun kering ke LRB, lalu mengkomposkan. Setelah 3 bulan dikeluarkan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai pupuk bagi taman-taman yang ada di RSHS.



DPPTR Blora terus galakkan pembuatan biopori
Tuesday July 20th 2010, 8:58 am
Filed under: Uncategorized

Biopori Sampah Tingkatkan Kesuburan Tanah

Blora, 14 Juli 2010 11:36
Dinas Pertanahan, Permukiman, dan Tata Ruang (DPPTR) Blora, Jawa Tengah, terus menggalakkan pembuatan biopori untuk meningkatkan kesuburan lahan dan mengurangi resiko banjir akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah.

“Kami terus menyosialisasikan pembuatan biopori sampah dan memberi motivasi kepada masyarakat agar mau membuat sarana resapan sampah ini,” kata Kepala DPPTR Blora, M Affandi di Blora, Rabu (14/7).

Menurutnya, pembuatan biopori selain untuk menciptakan pori-pori tanah, juga berfungsi menyerap sampah organik yang bisa meningkatkan kesuburan lahan.  (..selengkapnya klik disini)



Sosialisasi Biopori di Merauke oleh WWF
Friday July 16th 2010, 8:35 am
Filed under: Uncategorized

WWF dorong pemasyarakatan biopori di Merauke

Oleh: Masayu Yulien Vinanda

Merauke (06/07)- Dalam rangka peringatan Bulan Lingkungan Hidup 2010, WWF Indonesia Kantor Merauke bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Merauke, Balai Taman Nasional Wasur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Merauke, dan Forum DAS BIKUMA menyelenggarakan beragam aksi peduli lingkungan, salah satunya adalah sosialisasi biopori.

Gerakan pemasyarakatan Biopori diawali dengan demonstrasi pemasangan biopori tersebut di halaman kantor Bupati Merauke pada 5 Juni 2010. Pembuatan lubang resapan air tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Drs. Waryoto, M.Si, Asisten II Sekretariat Daerah R. Gatot Marsigit dan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Merauke R. Bambang Dwiatmoko.

Wakil Bupati Merauke secara khusus menyerukan setiap instansi pemerintah daerah Merauke membuat biopori di lingkungan kantor masing-masing. Pasca pencanangan tersebut, diharapkan kantor lain, sekolah, maupun warga dapat menerapkan hal serupa. (…. selengkapnya http://www.wwf.or.id/berita_fakta/highlights/?19802/WWF-dorong-pemasyarakatan-biopori-di-Merauke)



Bupati Badung Keluarkan Perbup Lubang Resapan Biopori
Friday July 02nd 2010, 9:22 am
Filed under: Uncategorized

Bupati Keluarkan Perbup Lubang Resapan Biopori

MENGANTISIPASI semakin berkurangnya daerah resapan air, diperlukan adanya upaya penyelamatan serta pemulihan terhadap sumber daya alam sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain melakukan langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor. 24 Tahun 2010 tentang Lubang Resapan Biopori tanggal 5 April 2010.  (…… selengkapnya)



Walikota Tomohon Canangkan Lubang Resapan Biopori
Friday July 02nd 2010, 9:08 am
Filed under: Uncategorized

Jefferson Rumajar Gelar Sehari Bebas Kendaraan Bermotor 

Jumat, 18 Juni 2010 | 13:40 WIB

TOMOHON, TRIBUN – Ruas jalan utama mulai dari kawasan perkantoran Rindam hingga Kantor Walikota dipastikan bebas kendaraan bermotor pada Jumat (18/6/2010) pagi ini. Mulai pukul 7.00 Wita hingga 10.00, Pemkot Tomohon meberlakukan free car day atau hari tanpa kendaraan bermotor.

Pada tahun ini, peringatan hari lingkungan hidup sedunia mengusung tema Many Species, One Planet, One Future (keanekaragaman hayati, masa depan bumi kita).

Dikatakan, pada free car day ini, akan dilaksanakan juga beberapa kegiatan seperti jalan sehat massal dan pemberian penghargaan bidang lingkungan hidup. Selain itu akan dicanangklan pula pembuatan lubang resapan biopori serta penyerahan bibit pohon kepada kelompok masyarakat peduli lingkungan.  ……….. selengkapnya



Program Sahabat Biopori
Friday July 02nd 2010, 8:57 am
Filed under: Uncategorized

Sabtu, 26/06/2010 12:16 WIB
Foke & Mega Buat Lubang Biopori
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan program sahabat biopori. Foke dan Dewan Pembina Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarnoputri, bersama-sama membuat lubang biopori.

Foke dan Mega membuat lubang biopori di halaman SD 012 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2010). Mereka juga menanam pohon …………. selengkapnya



Lubang Resapan Biopori Di Pos-Pos Polisi
Thursday July 01st 2010, 4:24 pm
Filed under: Uncategorized

LUBANG RESAPAN BIOPORI DI POS POS POLISI
Kamis, 24 Juni 2010

Dit Lantas DUkung Go Green Dengan Membuat Lubang Resapan Biopori di Pos – Pos Polisi
24-06-2010 19:03:15

Dalam rangka mendukung salah satu program pemerintah go green Indonesia, Dit Lantas Polda Metro Jaya membuat lubang resapan Biopori di sekitar Pos Pos Polisi di wilayah Ibukota Jakarta.

Pembuatan lubang resapan Biopori dimulai oleh oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono di dua Pos Polisi diantaranya Pos Polisi Bundaran Senayan dan Pos Polisi Silang Monas Barat Daya. Selanjutnya hal ini akan dilakukan di seluruh Pos Polisi yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. …….. selengkapnya



Biopori dalam River Basin Plan Projects
Tuesday May 25th 2010, 1:14 pm
Filed under: Uncategorized

  

River Basin Plan Projects

River Basin Plan is a Dutch nonprofit organization that has formulated an integrated approach to the problems found in Java’s river basins. Our program covers a range of activities such as education, water quality testing, waste management, and soil improvement. What sets us apart from other organizations and programs currently operating on Java is our focus on the upper catchment of river basins. By ensuring that no problem is ignored and focusing on the participation of local communities, our solutions have an outstanding chance of being sustainable and long-lasting.

Though our organization is young, its founders and driving forces behind it have more than three decades of experience in rural development and water resource management in Indonesia. On top of that, RBP believes in using the strength of local knowledge, skill, and know-how, and will therefore carry out all its projects through partnerships with local organizations.

Current projects