Kamir R. Brata's Blog


Perlu Perda Biopori di Solo?
Saturday May 22nd 2010, 4:39 pm
Filed under: Uncategorized

Mendesak, Perda Sumur Resapan dan Biopori

Solo, CyberNews. Pemda diimbau segera membentuk peraturan daerah yang mengatur soal kewajiban membuat sumur resapan atau minimal biopori bagi setiap warga yang membangun rumah. “Ini untuk menyelamatkan air tanah sekaligus menyelamatkan lingkungan kita. Kalau tidak segera dilakukan, di masa depan cucu kita akan berebut setetes air bersih karena sulitnya air di bumi kita,” kata Direktur Sungai dan Waduk, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Perda bisa dibuat baru yang mengatur secara khusus masalah itu, atau dengan perubahan Perda soal IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang di dalamnya mengatur kewajiban membuat sumur resapan minimal satu di setiap rumah. “Jika dihitung, kalau setiap 1.000 rumah membangun satu sumur resapan, sama saja dengan membangun sebuah waduk. Biayanya jauh lebih murah, dan hasilnya sama karena akan menyelamatkan air dan lingkungan secara umum.”

Dalam seminar pengelolaan infrastruktur dalam menyikapi bencana, yang digelar Fakultas Tekik Sipil UNS, dia mengatakan sumur resapan sekaligus akan bisa berfungsi mengendalikan bencana banjir. “Banjir termasuk bencana yang bisa diprediksi dan dikendalikan. Memang faktornya banyak, mulai dari sikap manusianya, ketersediaan infrastruktur, dan juga lingkungan. Namun paling tidak bisa diprediksi sehingga cara pengendaliannya bisa dilakukan lebih dini.”

Selama ini, harus diakui sangat rendah kepedulian terhadap masalah air. Rumah dan halaman semuanya ditutup plester semen, sehingga air semua dialirkan ke saluran. Bahkan mengalir ke rumah tetanggapun sampai banjir, tidak peduli asal rumahnya aman. Jika sumur resapan atau biopori ada di setiap rumah, meski air melimpah dari sungai dan banjir, maka air akan segera terserap sehingga banjir tidak menjadi bencana yang mengakibatkan korban. “Pengendalian prabencana termasuk manajemen yang harus dilakukan, termasuk mitigasi, sehingga korban bisa diminimalisasi. Ini jauh lebih penting, dibandingkan dengan tanggap bencana dan recovery yang membutuhkan biaya sangat tinggi.” 


No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>