Kamir R. Brata's Blog


Adopsi biopori di Kota Bandung
Thursday May 20th 2010, 6:21 pm
Filed under: Biopori di Daerah

Metode Biopori Cegah Banjir

PASTEUR,(GM)-
Masyarakat Kota Bandung diimbau menerapkan metode biopori sebagai alternatif peresapan air ke dalam tanah guna mencegah banjir. Metode ini pun bermanfaat bagi pelestarian lingkungan hidup.“Seperti kita tahu, pada musim hujan ini Kota Bandung sering dilanda banjir Cileuncang. Maka untuk meminimalisasi terjadinya banjir, biopori merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan,” ujar Koordinator Hika BF, M. Nainul kepada wartawan.    

Untuk mengenalkan metode biopori kepada masyarakat, Himpunan Karyawan Bio Farma (Hika BF) di sela-sela acara peringatan HUT ke-11 Hika yang digelar di halaman PT Bio Farma, Sabtu (10/4), membuat 160 lubang biopori. Tak hanya pejabat Bio Farma dan anggota Hika BF, pembuatan lubang biopori juga dihadiri Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda dan sejumlah pejabat Pemkot Bandung.   (selanjutnya ….. klik di sini)

 



Biopori untuk warga DKI
Thursday May 20th 2010, 1:16 pm
Filed under: Biopori di Daerah

Dengan Lubang Biopori, Jadikan Jakarta Lebih Baik

Agar program pengendalian banjir dan penghijauan di DKI Jakarta berjalan dengan lancar, warga Jakarta diminta berperan aktif membuat lubang biopori dan menanam bibit pohon di lingkungan masing-masing.

“Dengan adanya lubang biopori dan melakukan penanaman bibit pohon, akan menjadikan kota Jakarta ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada acara Silaturahmi Minggu Pagi di RW 03 Kelurahan Batuampar, Jakarta Timur, Minggu (2/11).

Setidaknya, kata Bang Fauzi-sapaan akrab, hal ini dapat dilakukan oleh setiap warga di lingkungannya masing-masing. (untuk selengkapnya klik di sini)



Makassar adopsi biopori
Thursday May 20th 2010, 12:59 pm
Filed under: Biopori di Daerah

WALIKOTA MAKASSAR MINTA SEGERA MENGADOPSI BIOPORI

Makassar, Kominfo Newsroom -– Walikota Makassar Andi Herry Iskandar mencanangkan program Makassar Green and Clean (MGC) tahap kedua di Balaikota, Minggu (9/11), dan meminta seluruh jajaran pemerintah Kota Makassar untuk mendukung program peduli lingkungan tersebut.

Program MGC ini digelar atas kerja sama Pemkot Makassar, Unilever, Harian Fajar, serta Pertamina, dan turut hadir dalam pencanangan tersebut Asisten II Pemkot Makassar Burhanuddin, Project Organizer MGC Saharuddin Ridwan, serta puluhan motivator dan fasilitator.

Usai pencanangan MGC tahap kedua, Herry beserta jajarannya kemudian meluncurkan program sumur resapan atau biopori di halaman Balaikota Makassar yang ditempatkan di sekitar taman bagian depan Balaikota.

Wali kota Herry mengaku bangga terhadap sistem biopori yang ditemukan oleh seorang dosen IPB beberapaa tahun lalu, dan menurutnya bila semua rumah tangga menerapkan biopori di sekitar rumahnya, maka dia optimis bahwa Makassar bisa terbebas dari banjir.

………selengkapnya klik disini



Penjelasan kegiatan Mobil Hijau
Thursday May 20th 2010, 11:46 am
Filed under: Biopori di Daerah

PENJELASAN PROGRAM MOBIL HIJAU

 .      LATAR BELAKANG

Dalam membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan, perlu dilakukan edukasi, penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat agar tergerak untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan melalui konsep Mobil Hijau yang berkeliling untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Konsep ini dicetuskan oleh Ibu Negara Republik Indonesia, Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Informasi yang disuluhkan antara lain mengenai pentingnya upaya pencegahan berlangsungnya pemanasan global dengan cara menanam dan memelihara pohon, mengenal budidaya bibit dan penyakit tanaman serta pengenalan program kebersihan lingungan kepada masyarakat. Dengan pemberian informasi melalui mobil hijau ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif perubahan iklim global dan masyarakat sadar untuk menangkalnya dengan menanam dan memelihara pohon serta mengaplikasikan perilaku ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari.

  1. B.     VISI

Membentuk keseimbangan ekosistem dan mencegah pemanasan global melalui peningkatan kepedulian lingkungan.

  1. C.     MISI

Dengan kepedulian lingkungan, anak-anak dan kelompok perempuan dapat berperan aktif serta mempengaruhi komunitas yang lebih luas.

  1. D.     LOKASI KEGIATAN

Secara teknis, Mobil Hijau akan berkeliling ke lokasi-lokasi yang relatif padat penduduk dimana sebagian besar masyarakatnya yaitu dari kalangan ibu dan anak (setara SD  dan SMP).  Untuk tahun pertama, Mobil Hijau akan berkeliling di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (JABODETABEK), D.I Yogyakarta, Surabaya (Jawa Timur), Kupang (NTT), Mataram (NTB), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

  1. E.     TARGET OBJEK

Secara khusus, kalangan masyarakat yang dituju berdasarkan usia yaitu:

Target Usia(tahun)
Siswa sekolah dasar (SD) 6-12
Siswa sekolah menengah pertama (SMP) 12-15
Wanita/Ibu-ibu 20-50

F.   PROGRAM MOBIL HIJAU

1. Ayo, Tanam dan Pelihara Tanaman!

Program “Ayo Tanam dan Pelihara Tanaman!” bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon dan tanaman hijau bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Program ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk menanam pohon atau tanaman hijau di sekitar lingkungan mereka, namun juga memeliharanya sehingga dampak positif program ini dapat dirasakan di kemudian hari.

2. Ayo, Hidup Ramah Lingkungan!

Beberapa materi penyuluhan dalam program “Ayo, Hidup Ramah Lingkungan!” yaitu tentang mengurangi penggunaan plastik dan kertas, menghemat air dan listrik, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan sebagainya. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dari diri masyarakat untuk mulai mengaplikasikan perilaku ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari mereka.

3. Ayo, Kelola Sampah!

Permasalahan sampah sudah menjadi masalah global di Indonesia saat ini. Program “Ayo, Kelola Sampah!” merupakan salah satu program yang akan mengenalkan sampah kepada masyarakat dan mengajak masyarakat untuk mempraktekkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) termasuk pemilahan sampah, daur ulang barang bekas atau mengganti penggunaan barang yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk belajar mengelola sampah yang mereka hasilkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan berpengaruh baik terhadap lingkungan.

4. Ayo, Buat Resapan Air!

Dewasa ini,  pembangunan telah memberi dampak yang negatif terhadap lingkungan. Akibat dari pembangunan tersebut, maka areal lahan resapan air menjadi semakin sempit dan memberikan ketidakseimbangan penyerapan dan cadangan air. Hal ini menyebabkan turunnya permukaan air tanah dan ketersediaan air tanah. Melalui program “Ayo, Buat Resapan Air”, masyarakat akan diberikan pengetahuan mengenai kegunaan resapan air serta lubang biopori di lingkungan mereka. Pembuatan lubang resapan biopori akan dipraktekkan secara langsung kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat berperan langsung dalam pelestarian ketersediaan air tanah.

5. Ayo, Jernihkan Air!

Air merupakan unsur yang paling utama bagi kelangsungan makhluk hidup di planet ini. Kualitas air haruslah diperhatikan, oleh karena itu air yang dikonsumsi haruslah kualitas air bersih. Program “Ayo, Jernihkan Air!” bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki pengetahuan bagaimana cara pengelolaan air yang dapat dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan memberikan dampak baik dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

       ………..   selengkapnya, klik disini