Kamir R. Brata's Blog


Biopori dalam River Basin Plan Projects
Tuesday May 25th 2010, 1:14 pm
Filed under: Uncategorized

  

River Basin Plan Projects

River Basin Plan is a Dutch nonprofit organization that has formulated an integrated approach to the problems found in Java’s river basins. Our program covers a range of activities such as education, water quality testing, waste management, and soil improvement. What sets us apart from other organizations and programs currently operating on Java is our focus on the upper catchment of river basins. By ensuring that no problem is ignored and focusing on the participation of local communities, our solutions have an outstanding chance of being sustainable and long-lasting.

Though our organization is young, its founders and driving forces behind it have more than three decades of experience in rural development and water resource management in Indonesia. On top of that, RBP believes in using the strength of local knowledge, skill, and know-how, and will therefore carry out all its projects through partnerships with local organizations.

Current projects



Biopori bentuk kepedulian KKN Mhs Unpad
Monday May 24th 2010, 8:13 pm
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

Biopori, Bentuk Kepedulian Mahasiswa KKNM Terhadap Lingkungan

Laporan oleh: Inge Suratmining

[Unpad.ac.id, 4/12] Upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan upaya pelestarian komponen-komponen lingkungan hidup beserta fungsi yang melekat dan interaksi yang terjadi diantara komponen tersebut. Salah satu dari upaya tersebut dilakukan dalam program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian keada Masyarakat (LPPM) Unpad yang bekerja sama dengan PT. PLN Distribusi Jabar dan Banten (JBB) dalam kegiatan bertajuk “Pencanangan Lubang Resapan Biopori Untuk Sungai Citarum”. 
(…… berita selengkapnya)

 

 



Teknologi Biopori diluncurkan Unpad
Monday May 24th 2010, 8:03 pm
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

 

Biopori: Solusi Teknologi Ramah Lingkungan

Sebagai gerakan peduli terhadap lingkungan, Unpad menawarkan solusi teknologi yang berbasis ramah lingkungan. Solusi ini dinamakan Biopori, yang diluncurkan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia. Hadir pula PR Bidang Kemahasiswaan Trias Nugrahadi, dr. Sp. KN, Sekretaris Senat Prof. Dr. Johan Masjhur, dr., Sp.PD-KEMD, SpKN, juga oleh beberapa Dekan Fakultas. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (22/12) di Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur , Bandung.

Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Ide awal ini pertama kali diperkenalkan oleh Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB.  ( …… berita selengkapnya)



Sosialisasi biopori di Sukabumi
Saturday May 22nd 2010, 4:49 pm
Filed under: Uncategorized

Lobang Biopori Dapat Imbangi Eksploitasi Air Tanah

Sukabumi. Pelita

Kepala SDN Babakan. Kecamatan Parungkuda. Kabupaten Sukabumi. Saptaji menyambut gembira kehadiran alat pembuatan resapan lobang biopori di sekolahnya. Dia akan segera mempraktikkan pembuatan lobang biopori di lingkungan SDN Babakan dan pemukiman warga di sekitar sekolah.

“Alat pembuat lobang biopori kami dapatkan dari Badan Lingkungan Hidup (BLU). Lingkungan sekolah kami membutuhkan alat ini unluk menjaga persediaan air tanah pada musim kemarau.” kata Saptaji ketika dihubungi Minggu (20/12).

SDN Babakan termasuk salah satu dari lembaga di tingkat desa yang menerima bor untuk membual lobang biopori. Para penerima berasal dari empat kecamatan yaitu Cicurug. Cidahu. Parug-kuda. dan Cibadak yang terletak di kaki Gunung Pangrango. BLH memandang, keempat kecamatan tersebut harus didukung sistem penyediaan air tanah yang memadai karena banyaknya aktifitas industri.

Dalam acara sosialisasi pembuatan lobang resapan air yang digelar akhir pekan lalu. BLH membagikan 100 unit biopori. ……… (baca selengkapnya)



Perlu Perda Biopori di Solo?
Saturday May 22nd 2010, 4:39 pm
Filed under: Uncategorized

Mendesak, Perda Sumur Resapan dan Biopori

Solo, CyberNews. Pemda diimbau segera membentuk peraturan daerah yang mengatur soal kewajiban membuat sumur resapan atau minimal biopori bagi setiap warga yang membangun rumah. “Ini untuk menyelamatkan air tanah sekaligus menyelamatkan lingkungan kita. Kalau tidak segera dilakukan, di masa depan cucu kita akan berebut setetes air bersih karena sulitnya air di bumi kita,” kata Direktur Sungai dan Waduk, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Perda bisa dibuat baru yang mengatur secara khusus masalah itu, atau dengan perubahan Perda soal IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang di dalamnya mengatur kewajiban membuat sumur resapan minimal satu di setiap rumah. “Jika dihitung, kalau setiap 1.000 rumah membangun satu sumur resapan, sama saja dengan membangun sebuah waduk. Biayanya jauh lebih murah, dan hasilnya sama karena akan menyelamatkan air dan lingkungan secara umum.”

Dalam seminar pengelolaan infrastruktur dalam menyikapi bencana, yang digelar Fakultas Tekik Sipil UNS, dia mengatakan sumur resapan sekaligus akan bisa berfungsi mengendalikan bencana banjir. “Banjir termasuk bencana yang bisa diprediksi dan dikendalikan. Memang faktornya banyak, mulai dari sikap manusianya, ketersediaan infrastruktur, dan juga lingkungan. Namun paling tidak bisa diprediksi sehingga cara pengendaliannya bisa dilakukan lebih dini.”

Selama ini, harus diakui sangat rendah kepedulian terhadap masalah air. Rumah dan halaman semuanya ditutup plester semen, sehingga air semua dialirkan ke saluran. Bahkan mengalir ke rumah tetanggapun sampai banjir, tidak peduli asal rumahnya aman. Jika sumur resapan atau biopori ada di setiap rumah, meski air melimpah dari sungai dan banjir, maka air akan segera terserap sehingga banjir tidak menjadi bencana yang mengakibatkan korban. “Pengendalian prabencana termasuk manajemen yang harus dilakukan, termasuk mitigasi, sehingga korban bisa diminimalisasi. Ini jauh lebih penting, dibandingkan dengan tanggap bencana dan recovery yang membutuhkan biaya sangat tinggi.” 



Adopsi biopori di Semarang
Saturday May 22nd 2010, 4:22 pm
Filed under: Uncategorized

Bersihkan dan Buat Biopori di Taman KB

SEMARANG – Kepedulian lingkungan bisa dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali ibu-ibu. Memperingati Hari Ibu, sekitar 200 kader bidang kewanitaaan DPW PKS Jateng Minggu (20/12) membersihkan dan membuat lubang biopori di Taman KB Jalan Menteri Supeno. Mereka berharap aksi yang dilakukan bisa menambah sumber resapan air dan mengeliminir bencana.

Acara yang dimulai sejak pagi tersebut juga dihadiri sejumlah LSM seperti LRC KJHAM, Pattiro, KPI, Bintari, Aisyiah, Muslimat, Fatayat, dan PKK. Dari PKS hadir anggota DPR RI Zuber Safawi dan Ketua DPW PKS Jateng Arif Awaludin.  (………….. selengkapnya)



Adopsi biopori di Tasikmalaya
Saturday May 22nd 2010, 4:10 pm
Filed under: Uncategorized

Lubang Biopori Ditarget Sejuta

NEGLASARI – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih SIP menargetkan sejuta lubang resapan biopori di Kota Banjar. Target tersebut harus terealisasi dalam tiga tahun (2010 – 2013).

Untuk mencapai target itu, Hj Ade gencar menyosialisasikan lubang biopori. Kemarin, lubang biopori itu disosialisasikan di hadapan puluhan kader PKK Desa Neglasari Kecamatan Banjar. Tampak hadir Camat Banjar Eman Sulaeman dan Kades Neglasari Bakin Kusdiana. 
(………  selengkapnnya)



Adopsi biopori di Bali
Saturday May 22nd 2010, 4:01 pm
Filed under: Uncategorized

Pemkot Luncurkan Program Biopori Cegah Banjir

 Denpasar (Antara Bali) – Pemerintah Kota Denpasar meluncurkan program pembuatan lubang resapan teknologi biopori tepat guna, sebagai upaya mengantispasi genangan air dan banjir pada saat musim hujan.

“Dengan adanya lubang biopori tersebut genangan air di pekarangan rumah saat  musim hujan diharapkan tidak sampai pemenuhi saluran air atau got,” kata Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, tehnologi ini juga diharapkan mampu menjawab masalah air yang sering melanda  Kota Denpasar, utamanya di Kecamatan Denpasar Selatan, di mana air sumur penduduk airnya berubah menjadi payau.

“Penerapan tehnologi semacam ini sifatnya sederhana, dan tepat guna sehingga mudah untuk dilaksanakan oleh setiap orang, namun dampaknya luar biasa dalam mengatasi masalah air dan banjir maupun persediaan air bawah tanah,” katanya.   (…… selengkapnya)



Adopsi biopori di Sulawesi Utara
Saturday May 22nd 2010, 3:40 pm
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

Sulut Bakal Dihiasi 2 Juta Sumur Biopori

Dipelopori Unsrat dan Pertamina
Manado, KM- Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) berencana akan membuat 2 juta sumur biopori yang tersebar di seluruh daerah di Sulut. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat ini pembuatan sumur biopori akan mengambil empat lokasi berbeda yakni Pineleng kabupaten Minahasa, Paniki kota Manado, kantor Gubenur dan kantor walikota Manado.
Demikian disampaikan juru bicara (Jubir) Unsrat, Daniel Pangemanan SH.MH kepada Koran Manado Kamis (11/2) kemarin. Menurut Pangemanan, pihak Unsrat dalam hal ini Rektor Prof Dr Donald Rumokoy SH.MH sangat mendukung dan memberi apresiasi yang tinggi kepada FMIPA yang telah menggagas kegiatan ini.”Rektor menyambut baik kegiatan ini. Karena tujuan dari kegiatan ini sangat positif untuk kelangsungan lingkungan hidup, termasuk menjaga kestabilan air dalam tanah,”ucapnya.
Dikatakannya, kegiatan ini dimotori oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA) Unsrat yang tidak lama lagi akan merayakan dies Natalis ke 12. Dalam pembuatan sumur biopori ini, lanjut Pangemanan, Unsrat dalam hal ini FMIPA yang menjadi pelaksana telah menerima 1.000 alat pembuatan sumur biopori dari pertamina.“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan pembuatan sumur biopori bisa berjalan lancar. Rencananya kegiatan ini akan dihadiri Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang,”tandas Pangemanan. (16)
http://koranmanado.com/?p=399



Adopsi biopori di Kota Bandung
Thursday May 20th 2010, 6:21 pm
Filed under: Biopori di Daerah

Metode Biopori Cegah Banjir

PASTEUR,(GM)-
Masyarakat Kota Bandung diimbau menerapkan metode biopori sebagai alternatif peresapan air ke dalam tanah guna mencegah banjir. Metode ini pun bermanfaat bagi pelestarian lingkungan hidup.“Seperti kita tahu, pada musim hujan ini Kota Bandung sering dilanda banjir Cileuncang. Maka untuk meminimalisasi terjadinya banjir, biopori merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan,” ujar Koordinator Hika BF, M. Nainul kepada wartawan.    

Untuk mengenalkan metode biopori kepada masyarakat, Himpunan Karyawan Bio Farma (Hika BF) di sela-sela acara peringatan HUT ke-11 Hika yang digelar di halaman PT Bio Farma, Sabtu (10/4), membuat 160 lubang biopori. Tak hanya pejabat Bio Farma dan anggota Hika BF, pembuatan lubang biopori juga dihadiri Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda dan sejumlah pejabat Pemkot Bandung.   (selanjutnya ….. klik di sini)