Penyuluhan Pembuatan Lubang Resapan Biopori oleh Dosen UT
Friday, 10 December 2010 16:00
Pada hari Jumat tanggal 10 Desember 2010, dosen Universitas Terbuka kembali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini selain termasuk dalam kegiatan abdimas rutin para dosen UT juga sebagai implementasi program UT Go Green yang telah dicanangkan oleh Rektor UT dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (Dies Natalis) UT ke 26 tahun 2010. (….. selengkapnya)
SMAN 1 Tampaksiring Canangkan Sejuta Biopori
16 November 2010 | Koranjuri.com
TAMPAKSIRING (KORANJURI.COM) – Dengan letak geografis di daerah ketinggian, SMA Negeri 1 Tampaksiring berupaya menjadikan lingkungannya menyatu dengan alam. Salah satu upaya yang dicanangkan terkait program itu adalah, pembuatan sejuta biopori di lingkungan sekolah.
Kepala sekolah SMA bersangkutan, Drs. I Gusti made Puja Armaya, MM., M.Pd., mengatakan kegiatan seperti itu sudah diawali sejak sekolahnya masuk dalam nominasi calon Adiwiyata pada 2008. Pada tahun yang sama, SMAN 1 Tampaksiring didaulat sebagai pemenang pertama dalam perlombaan Perindangan tingkat Provinsi Bali. (selengkapnya…)
Kamis, 30 September 2010
Rumah Harus Miliki Biopori
DEMANG HARDJAKUSUMA,(GM)-
Dengan telah disahkannya Perda Pengelolaan Air Tanah, ke depan rumah, pabrik serta bangunan lainnya dapat dikenai sanksi jika tidak memiliki lubang biopori dan sumur resapan. Terkait hal itu, Pemkot Cimahi diminta menyosialisasikan perda tersebut kepada warga Kota Cimahi.
Kepala Bagian Hukum Pemkot Cimahi, Kardin Panjaitan menjelaskan, sanksi yang diterapkan dalam pelanggaran tersebut yaitu sanksi administrasi atau lebih tinggi lagi, sesuai dengan kesalahan yang dijatuhkan dalam upaya penegakan perda. Namun, diharapkan sebelum pihak lain, penegakan perda akan diupayakan dimulai dari lingkungan institusi pemerintahan di Kota Cimahi. ………… selengkapnya
Sayembara Biopori: Detail Lebih Lanjut
Posted at 30/08/10 06:56AM
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Biopori yang ada sekarang hanya berupa lubang-lubang pada tanah. Sayembara ini bertujuan untuk memberi instalasi seni yang dapat menambah nilai estetis dan memberi informasi atas biopori.
Berikut ini adalah area di mana lubang-lubang biopori akan berada:

Lokasi biopori
Sayembara Biopori ini terbuka bagi seluruh mahasiswa ITB dari berbagai bidang ilmu dan himpunan dengan syarat masih tercatat sebagai mahasiswa ITB.
Untuk lebih jelasnya, bisa mendownload kit Sayembara Biopori di sini:
Kit Sayembara Biopori – Pasar Seni ITB 2010 — 2.60 MB
File: Tentang Biopori, TOR Sayembara, Lokasi Biopori, Formulir Sayembara.
Formulir juga bisa diperoleh di Sekretariat Pasar Seni (Gedung FSRD lantai 1) antara pukul 12:00-17:00 WIB.
Contact Person: Nani (08562268803).
http://pasarseniitb2010.com/
Biopori, Adu Gengsi IPB dan ITB
OPINI
Maria Hardayanto
| 8 Agustus 2010 | 04:00
sumber foto : Ganesha Hijau
Biopori atau lebih tepatnya Lubang Resapan Biopori dibuat dengan menggunakan alat bor Biopori yang dirancang Ir Kamir Raziudin Brata Msc, seorang pengajar Fakultas Pertanian IPB, profilnya dapat klik disini
Lubang Resapan Biopori berdiameter 10 cm – 15 cm menjadi salah satu alternatif ibu rumah tangga yang sudah peduli untuk memisah sampahnya tapi enggan bercape ria membuat kompos.
Semua sampah organik dapat diimasukkan kedalam lubang sedalam 1 meter ini, termasuk sampah organik yang harus mendapat perlakuan khusus seperti : kulit telur, potongan tulang bahkan kulit durian.
Jumlah Lubang Resapan Biopori disarankan berjumlah cukup banyak agar semua sampah organik rumah tangga dapat tertampung dan tabungan airpun mencukupi. Lebih jelasnya tentang pembuatan dan cara kerja Lubang Resapan Biopori dapat dilihat disini
(… selengkapnya klik di sini)
SAHARDI PRIYADI SANG PERINTIS LUBANG BIOPORI
Jalan hidup Sahardi Priyadi, 63 tahun, menikung cukup tajam dalam 10 tahun terakhir. Pria yang lebih akrab disapa Sastro ini semula berkecimpung dalam produksi film dan sinetron. Ia, antara lain, terlibat dalam pembuatan film seperti Arini, masih ada Kereta yang Akan Lewat (1987) dan Noktah Merah Perkawinan (1996).
Kini warga RT 01 RW 05, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, itu boleh dibilang seorang pelopor dalam mebangun lingkungan yang sehat di sekitar tempat tinggalnya. Kisahnya dimulai tiga tahun lalu. Saat itu Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mensosialisasi soal pembuatan lubang biopori. Dia tertarik dan mengajukan diri menjadi orang pertama di lingkungan untuk membuat lubang-lubang di atas aspal.
Membuat lubang untuk resapan air itu bukan pekerjaan enteng. Maklum, kondisi gang setapak di lingkungannya telah diaspal berkali-kali. Ketebalan aspal mencapai 30 sentimeter. Tapi tekat Sastro bulat. Ia prihatin jumlah air tanah di lingkungan tempat tinggalnya menipis. Pompa air sejumlah warga sering tak lagi berhasil menyedot air. Maka dia meminta Dinas Pekerjaan Umum mengirim alat untuk membuat lubang-lubang itu. (…… selengkapnya)
Kamis tanggal 29 Juli 2010, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul mengadakan penyuluhan tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan biopori di Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Kegiatan tersebut atas permohonan dari KKN PPM UGM 2010 yang mengambil tema ” Pemberdayaan masyarakat untuk berwawasan lingkungan dan tanggap bencana bagi masyarakat Desa Sitimulyo, Piyungan , Bantul”.
Sebagai pembicara dalam cara tersebut adalah : (…….. selengkapnya)
Pre Event Pasar Seni ITB 2010 : Biopori – Nani dan Andika
Muncul ide karena kurangnya perhatian terhadap lingkungan ITB. Taman Ganesha jadi kolam saat hujan. Biopori karena memberikan perawatan khusus di lingkungan itb, seperti membuat pori2 untuk bumi. Karena sekarang sangat kurang daerah resapan. Lebar 10 cm, dalam 1m, dimasukkin sampah organik supaya dimakan cacing dan jadi banyak lubang2 dan menambah kandungan air dalam tanah. Supaya lubangnya ngga tertutup lagi nanti pake pipa paralon. Menambah instalasi seni di lubang biopori ini. Supaya bisa menggabungkan art, science. Menambah estetika supaya orang tertarik, sebagai informasi juga bahwa biopori itu ada. Tujuan : sbg interaksi masyarakat itb. Spot : arah mata angin, semua fakultas ada. Konsepnya : antariksa spt susunan rasi bintang. Akan ada seminar2 tentang mengetahui kontur tanah apa bisa dibikin lobang (tgl 8). Tiap fakultas bikin 3 desain terus dipilih 1 tiap fakultas terus dipamerin di Galeri Soemardja. (http://hmmitbkemahasiswaan.wordpress.com/category/dari-kampus/)