Kamir R. Brata's Blog


Biopori di Grobogan
Wednesday February 15th 2012, 2:40 pm
Filed under: Biopori di Daerah

25 Januari 2012

BLH Siapkan 160 Biopori untuk Kota Purwodadi

GROBOGAN- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Grobogan telah menyiapkan 160 alat biopori di tahun 2012 ini, yang nantinya akan dipasang di lingkungan Kota Purwodadi. Biopori tersebut akan diserahkan kepada masyarakat, supaya dipasang di pekarangan rumah sebagai upaya optimalisasi resapan dan mengurangi genangan air.

’’Kalau kegiatan secara khusus mengenai biopori, di  2012 ini tidak ada. Tetapi kami telah mendapat bantuan dari Pertamina sebanyak 100 alat biopori dan masih memiliki 60 alat sisa tahun kemarin,’’ kata Sekretaris sekaligus Plt (Pelaksana Tugas) Kepala BLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo SH MH, Selasa (24/1).

Diakui, jumlah bantuan alat biopori yang akan diserahkan ke masyarakat tersebut masih kurang banyak. Namun dia berharap, pemasangan 160 alat penyerapan air itu sebagai sebuah embrio kesadaran  warga untuk lebih peduli lingkungan dengan memanfaatkan biopori.

’’Dengan dipasang biopori, maka air di permukaan tanah lebih mudah terserap ke bawah. Sehingga, cadangan air di lingkungan tersebut terjaga dan mencegah banjir. Selain untuk penyerapan air, biopri dapat juga berfungsi sebagai tempat pengomposan sampah organik. Oleh sebab itu, kami berharap dapat dipasang di semua hunian warga, terutamanya perumahan- perumahan sebagai tempat tangkapan air,’’ imbuhnya.

160 alat biopori yang akan dipasang di Kota Purwodadi berdiameter 20 sentimeter dan panjang 120-200 sentimeter. mengenai panjang alat tersebut, disebutkan Agus bervariatif, disesuaikan kondisi tanah yang akan dipasangi biopori.

’’Kami berharap ada kegiatan khusus dan anggaran khusus untuk pemasangan biopori. Kalau satu rumah saja memasang biopori di pekarangan masing-masing, maka air akan cepat mudah meresap, dan dapat risiko banjir dapat ditekan,’’ ungkapnya. (K11-14) http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/25/174736/BLH-Siapkan-160-Biopori-untuk-Kota-Purwodadi



Ibu Megawati Ngebor
Wednesday February 15th 2012, 2:24 pm
Filed under: Biopori di Sekolah

 



Biopori di Markas TNI-AD
Wednesday February 15th 2012, 2:15 pm
Filed under: Biopori di Sekolah

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Markas TNI-AD

Jakarta-SUAR-Pagi hari Jumat 17 Juli, dengan bersepeda Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar sudah berada di Ksatrian Batalyon Arteleri Pertahanan Udara Ringan (Ma Yon Arhanudri) 1/1 Komando Cadangan Strategis Angkatan darat (Kostrad) di Serpong Tanggerang Banten. ia tidak sendirian, melainkan bersama sejumlah “bikers” yang sebagian besar adalah perwira TNI Angkatan Darat. “Tadi, tepat pukul 06.00, […]

28 Jul 2009 09:12 WIB

 

Jakarta-SUAR-Pagi hari Jumat 17 Juli, dengan bersepeda Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar sudah berada di Ksatrian Batalyon Arteleri Pertahanan Udara Ringan (Ma Yon Arhanudri) 1/1 Komando Cadangan Strategis Angkatan darat (Kostrad) di Serpong Tanggerang Banten. ia tidak sendirian, melainkan bersama sejumlah “bikers” yang sebagian besar adalah perwira TNI Angkatan Darat. “Tadi, tepat pukul 06.00, rombongan pak menteri berangkat dari Sport Center di kompleks perumahan Alam Sutera. Di sana pak menteri disambut oleh Pak Danyon (Kamandan Batalyon),”ujar seorang perwira.

Kedatangan Menneg LH Rachmat Witoelar di Ksatriaan Yon Arhanudri 1/1 Kostrad pada pagi itu meresmikan “Pencanangan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Yonarhanudri 1/1 Kostrad sebagai Pilot Project-I Percontohan Tingkat nasional. “Program pencanangan ini merupakan kerjasama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Angkatan Darat, khususnya Kostrad dalam bidang pelestarian lingkungan hidup.

Warga Yon Arhanudri 1/1 Kostrad tampak sangat antusias menyambut program ini. Ini setidaknya terlihat dari bebagai persiapan yang telah dilakukan oleh keluarga para tentara ni. Selain kegiatan-kegiatan bernuansa lingkungan hidup seperti peragaan pembuatan lubang resapan biopori, daur ulang kertas bekas, pengolahan sampah uji emisi kendaraan bermotor, juga ditampilkan kegiatan-kegiatan kesenian oleh para prajurit dan ibu-ibu Persit (Persatuan Isteri Tentara) Kartika Chandra Kirana Yon Arhanudri 1/1 Kostrad.

Para murid sekolah dasar di lingkungan Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad juga ikut memeriahkan acara ini. Bahkan para siswa katolik Stella Maris yang berlokasi di sekitar markas batalyon ini juga ikut mengisi acara panggung seni. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat sekitar seta pejabat Pemerintah Kota Tanggerang dalam kegiatan ini setidaknya menjelaskan adanya hubungan akrab yang telah terbina antara warga Arhanudri 1/1 Kostrad dengan lingkungan sekitarnya.

Nuansa lingkungan Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad terlihat cukup tertata dengan baik. Hampir tak ada sampah yang berceceran di kawasan ini. “Ini lingkungan ksatrian, mas. Dalam segala hal berlaku disiplin militer. termasuk dalam pengelolaan lingkungan hidup, “ujar seorang bintara berpangkat sersan dua.

Suasana serba rapi dan teratur memang sudah sangat terasa sejak memasuki pintu gerbang ksatrian. bahkan di pintu gerbang terpampang sejumlah ketentuan yang wjib ditaati oleh setiap orang selama berada di ksatrian, termasuk sanksi bagi yang melanggar. Membuang sampah sembarangan misalnya, bagi orang luar dikenai denda ratusan ribu rupiah, sedangkan anggotan tentara dikenai hukuman lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak tujuh kali.

Pelepasan Merpati
Pencanangan secara resmi Pengelolaan Lingkungan Hidup di Yonarhanudri 1/1 Kostrad sebagai Pilot Project-I Percontohan Tingkat Nasional TNI AD selain ditandai dengan penekanan tombol sirene juga dengan pelepasan puluhan burung merpati.Diharapkan burung-burung yang dilepaskan itu dapat hidup bebas di pohon-pohon peneduh yang tumbuh subur di kompleks Kostrad ini.

Tapi sebelum itu, Menneg LH Prof. Ir Rachmat Witoelar, Kepala Staf (Kas) Kostrad Mayjen TNI Markus Kusnowo, Pangdivif (Panglima Divisi Infantri) 1/ Kostrad Mayjen TNI Hatta Sy dan Wakil Asisten Territorial Kepala Staf TNI Angkatan secara simbolis menanam pohon sawo dan jambu batu di halaman markas batalyon untuk menandai pemberlakuan gerakan penghijauan di lingkungan kompleks TNI AD.

Menneg LH, Rachmat Witoelar dalam sambutannya mengaku sangat gembira atas besarnya perhatian warga TNI AD terhadap masalah lingkungan memiliki pekarangan, karena membuatnya sangat mudah dan tanpa biaya, “tegas Rachmat Witoelar.

Menurut Rachmat Witoelar sumur biopori antara lain berfungsi mencegah banjir karena air hujan atau air dari pembuangan bisa terserap dan tertampung sebelum mengalir ke bantaran sungai. Selain itu, sumur biopori itu juga bermanfaat untuk menambah kesuburan tanah karena dapat menyimpan sampah non plastik kemudian menjadi pupuk.

“Dirumah saya terdapat 30 sumur biopori, saya buat sendiri agar dapat dicontoh bagi warga terutama peduli terhadap lingkungan termasuk dalam lingkup asrama dan kesatuan TNI-AD, kata Rachmat Witoelar.

Sementara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kaskostrad, Mayjen TNI Markus Kusnowo, menyatakan bahwa kerjasama Kostrad dengan Kementerian Negara Lingkungan hidup ini, adalah dalam rangka mengimplementasikan kegiatan Binter (Pembinaan Teritorial) seperti kegiatan Karya Bhakti dan Komsos (Komunikasi Sosial) untuk mendorong masyarakat sekitar lingkungan asrama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama hutan-hutan di sekitar asrama dan hutan kota.

Kepada prajurit dan warga Yonarhanudri 1/1 Kostrad, Kepala Staf TNI AD memberikan apresiasi atas inisiatif kerjasama pengelolaan lingkungan hidup dengan Kementerian Negara Lingkungan yang meliputi pembuatan biopori, penanaman 1000 pohon, pelatihan eco-Office, Eco-Drive, Eco-Activities, pembuatan kompos dan pelatihan daur ulang, serta uji kualitas air dan udara. Hal ini menjadi momentum strategis di mana berbagai komponen bangsa yang ada bersama-sama peduli dan cinta terhadap lingkungan hidup, sehingga timbul budaya lingkungan yang positif pada setiap individu.

Komandan Batalyon Arhanudri 1/1 Kostrad, Letnan Kolonel Arh A Eko Mulyadi, SIP menegaskan program lingkungan yang dijalankan di lingkungan satuan yang ia pimpin merupakan bagian dari upaya menyukseskan pelaksanaan tugas pokoksatuan, demi terciptanya kesiapan operasional satuan. Sebagai komandan batalyon, kata Letkol Arh Eko Mulyadi SIP beberapa point yang tercantum dalam visi dan misi komandan batalyon, antara lain menciptakan rasa nyaman dalam kondisi lingkungan satuan yang sehat, bersih, indah, dan tertib. Untuk mendapatkan rasa nyaman, maka satuan terdorong berkoordinasi dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup guna merealisasikan program peduli lingkungan hidup di Ksatrian Yon Arhanudri 1/1 Kostrad ini. Paulus Londo.



Penyuluhan Pembuatan Lubang Resapan Biopori oleh Dosen UT
Wednesday December 15th 2010, 2:36 pm
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

Penyuluhan Pembuatan Lubang Resapan Biopori oleh Dosen UT

Friday, 10 December 2010 16:00

Pada hari Jumat tanggal 10 Desember 2010, dosen Universitas Terbuka kembali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini selain termasuk dalam kegiatan abdimas rutin para dosen UT juga sebagai implementasi program UT Go Green yang telah dicanangkan oleh Rektor UT dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (Dies Natalis) UT ke 26 tahun 2010. (….. selengkapnya)



SMAN 1 Tampaksiring Canangkan Sejuta Biopori
Thursday December 02nd 2010, 12:52 pm
Filed under: Biopori di Sekolah

SMAN 1 Tampaksiring Canangkan Sejuta Biopori

16 November 2010 | Koranjuri.com

TAMPAKSIRING (KORANJURI.COM) – Dengan letak geografis di daerah ketinggian, SMA Negeri 1 Tampaksiring berupaya menjadikan lingkungannya menyatu dengan alam. Salah satu upaya yang dicanangkan terkait program itu adalah, pembuatan sejuta biopori di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah SMA bersangkutan, Drs. I Gusti made Puja Armaya, MM., M.Pd., mengatakan kegiatan seperti itu sudah diawali sejak sekolahnya masuk dalam nominasi calon Adiwiyata pada 2008. Pada tahun yang sama, SMAN 1 Tampaksiring didaulat sebagai pemenang pertama dalam perlombaan Perindangan tingkat Provinsi Bali. (selengkapnya…)



Biopori dalam Perda Pengelolaan Air Kota Cimahi
Thursday September 30th 2010, 5:11 pm
Filed under: Biopori di Daerah

Kamis, 30 September 2010

Rumah Harus Miliki Biopori

DEMANG HARDJAKUSUMA,(GM)-
Dengan telah disahkannya Perda Pengelolaan Air Tanah, ke depan rumah, pabrik serta bangunan lainnya dapat dikenai sanksi jika tidak memiliki lubang biopori dan sumur resapan. Terkait hal itu, Pemkot Cimahi diminta menyosialisasikan perda tersebut kepada warga Kota Cimahi.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Cimahi, Kardin Panjaitan menjelaskan, sanksi yang diterapkan dalam pelanggaran tersebut yaitu sanksi administrasi atau lebih tinggi lagi, sesuai dengan kesalahan yang dijatuhkan dalam upaya penegakan perda. Namun, diharapkan sebelum pihak lain, penegakan perda akan diupayakan dimulai dari lingkungan institusi pemerintahan di Kota Cimahi.    ………… selengkapnya



Sayembara Biopori pada Pasar Seni ITB 2010
Tuesday September 07th 2010, 1:26 pm
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

Sayembara Biopori: Detail Lebih Lanjut

Posted at 30/08/10 06:56AM

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Biopori yang ada sekarang hanya berupa lubang-lubang pada tanah. Sayembara ini bertujuan untuk memberi instalasi seni yang dapat menambah nilai estetis dan memberi informasi atas biopori.

Berikut ini adalah area di mana lubang-lubang biopori akan berada:

Lokasi Biopori
Lokasi biopori

Sayembara Biopori ini terbuka bagi seluruh mahasiswa ITB dari berbagai bidang ilmu dan himpunan dengan syarat masih tercatat sebagai mahasiswa ITB.

Untuk lebih jelasnya, bisa mendownload kit Sayembara Biopori di sini:
Kit Sayembara Biopori – Pasar Seni ITB 20102.60 MB
File: Tentang Biopori, TOR Sayembara, Lokasi Biopori, Formulir Sayembara.
Formulir juga bisa diperoleh di Sekretariat Pasar Seni (Gedung FSRD lantai 1) antara pukul 12:00-17:00 WIB.

Contact Person: Nani (08562268803).

http://pasarseniitb2010.com/



Opini Biopori di ITB
Tuesday August 10th 2010, 9:36 am
Filed under: Biopori di Perguruan Tinggi

Biopori, Adu Gengsi IPB dan ITB
OPINI
Maria Hardayanto
|  8 Agustus 2010  |  04:00

 sumber foto : Ganesha Hijau

Biopori atau lebih tepatnya Lubang Resapan Biopori dibuat dengan menggunakan alat bor Biopori yang dirancang Ir Kamir Raziudin Brata Msc, seorang pengajar Fakultas Pertanian IPB, profilnya dapat klik disini

Lubang Resapan Biopori berdiameter 10 cm – 15 cm menjadi salah satu alternatif ibu rumah tangga yang sudah peduli untuk memisah sampahnya tapi enggan bercape ria membuat kompos.

Semua sampah organik dapat diimasukkan kedalam lubang sedalam 1 meter ini, termasuk sampah organik yang harus mendapat perlakuan khusus seperti : kulit telur, potongan tulang bahkan kulit durian.

Jumlah Lubang Resapan Biopori disarankan berjumlah cukup banyak agar semua sampah organik rumah tangga dapat tertampung dan tabungan airpun mencukupi. Lebih jelasnya tentang pembuatan dan cara kerja Lubang Resapan Biopori dapat dilihat disini

(… selengkapnya klik di sini)



Biopori dalam Majalah Trubus Agustus 2010
Monday August 09th 2010, 10:51 am
Filed under: Biopori di Daerah



Biopori dalam Majalah Nirmala Agustus2010
Friday August 06th 2010, 12:58 pm
Filed under: Uncategorized